Panduan Awal – Penghasilan Rp3jt s/d Rp4jt Per Bulan hingga Rp26jt s/d Rp34jt dari Instagram, dan 8 Alasan Kenapa Anda Harus Punya Olshop di Instagram

KAMI masih ingat betul, ketika awal 2015. Kami membuat 1 akun online shop Instagram, isinya produk fashion Batik.

 

Kami susun bio Instagram yang sememikat mungkin, berupa tagline yang cool keren elegan dan mudah diingat. Plus kami bubuhkan nomor Whatsapp.

 

Kemudian kami post foto produk batiknya—dari distributor batik di Semarang. Lalu kami sisipkan caption yang menjual. Ditambah hashtags yang representatif, relevan dengan produk batik.

 

Lalu kami follow manual, 100 orang pengguna Instagram yang mem-follow akun instagram batik—artinya mereka adalah penyuka batik.

 

Kami like 2-3 foto Instagram 100 orang tersebut.

 

Beberapa menit kemudian sebagian dari 100 orang pengguna Instagram tersebut mulai foll-back, memfollow-balik akun Instagram batik kami.

 

Lalu, tidak sampai 15 menit, sebuah pesan whatsapp masuk. Dari Kalimantan! Berminat dengan batik nomor sekian, katanya. Selang beberapa detik, masuk lagi pesan whatsapp, kali ini katanya dari Jakarta, berminat juga dengan batik yang warna marun, katanya.

 

Hari itu langsung terjadi closing, penjualan. Dan kami mengantongi profit/keuntungan Rp250rb, hanya dalam waktu kurang dari 1 jam usai meng-upload foto batik yang kami jual di Instagram, dan hanya dengan bermodal melakukan follow dan like manual.

 

Eksperimen kecil tersebut langsung membuka mata kami, bahwa Instagram ini benar-benar goldmine, tambang emas, tambang uang yang nyata, jika diseriusi betul-betul.

 

Akhirnya kami membuat banyak akun Instagram, dan melakukan task Follow & Like secara automation (otomatis), dengan produk jualan yang variatif, tidak hanya batik saja, tetapi juga produk-produk herbal pelangsing, pemutih, kosmetik, hingga spare-part motor.

 

Di bulan pertama, kami membukukan keuntungan bersih Rp3jt – Rp4jt an. Bulan kedua, ketika kami menggarap juga market pengguna jasa Instagram, penghasilan bulanan kami hanya dari Instagram melesat ke angka Rp26jt hingga Rp34jt an, bersih. Gila… Hanya dari Instagram saja.

 

Dan sekarang, 2018, tiga tahun berlalu, kami masih konsisten menerima income pasif, dari Instagram.

 

Mengapa Anda Harus Turut Punya Akun Olshop di Instagram, dan Bisa Berjualan Juga di Instagram

 

Setidak-tidaknya, ada 8 (delapan) alasan, kenapa Anda jangan sampai menyia-nyiakan peluang dan kesempatan mendapatkan penghasilan, dari Instagram.

 

Alasan ke-1:

Sudah terlalu banyak, kisah orang yang berhasil menjadi jutawan dan bahkan milyuner, hanya dari berjualan di Instagram. Kisah kami di atas adalah satu dari sekian ratus ribu kisah yang berhasil. Sungguh sayang sekali jika Anda selama ini hanya jadi pengguna Instagram, dan tidak pernah terpikir untuk mendapatkan penghasilan nyata dari Instagram.

 

Alasan ke-2:

Alasan kedua, yakni berjualan di Instagram itu keterlaluan kebangetan mudah! Hanya post foto produk yang ciamik dan dibutuhkan market Instagram di Indonesia, kemudian mengusahakan mendapatkan followers berkualitas yang berdaya beli, dan terakhir chat asyik dengan calon pembeli yang berminat beli. Bam! Closing! Uang transferan masuk ke rekening kita dengan seketika.

 

Alasan ke-3:

Jumlah market potensial yang kebangetan melimpah di Instagram, dan rata-rata senang melakukan order online langsung lewat Instagram—meskipun barang yang serupa yang lebih murah ada di Tokopedia atau di Bukalapak. Beneran, sayang banget jika Anda tidak ikut terjun berjualan di Instagram. Kami saja bisa membeli motor sport cash, hasil dari jualan di Instagram, loh. Anda tidak tertarik?

 

Alasan ke-4:

Potensi mendapatkan uang cash benar-benar di depan mata, ketika kita aktif berjualan di Instagram. Orang Indonesia pengguna Instagram, sangat mudah kepincut dan mudah tertarik ketika melihat foto-foto produk olshop di Instagram yang murah-murah, unik, aneh, langka, ada diskon-nya, ada promo free-ongkir-nya, dan segala pancingan jualan yang biasa kita lihat di marketplace Tokopedia, Lazada, Shopee, Bukalapak, dll. Kami pernah iseng jualan produk cangkir jadul saja whatsapp kami langsung kebanjiran pesan, alias banyak yang berminat order. Anda tidak mau ikut jualan?

 

Alasan ke-5:

Pengguna Instagram Indonesia didominasi oleh generasi milenial/muda yang berdaya beli, alias pada punya uang dan fasilitas m-banking. Jadi ketika mereka melihat sesuatu yang menarik di Instagram yang memancing ego mereka untuk memiliki, mereka akan langsung tanya-tanya, beli, dan transfer tanpa banyak basa-basi. Kami sudah membuktikannya selama 3 tahun sejak 2015! Anda enggak mau ikut jejak-langkah kami?

 

Alasan ke-6:

Kami pernah melakukan tracking dan mengumpulkan seluruh pengguna Instagram Indonesia yang bukan penjual olshop, alias akun-akun Instagram personal. Dan jumlahnya, 40 juta lebih akun Instagram Indonesia yang aktif dan berdaya beli. Potensi penjualan dan cash yang bisa Anda dapat dengan menjual produk-produk tertentu kepada market-market tertentu dari angka 40jt tersebut, amat amat sangat fantastis, bahkan kalkulator pun bisa langsung meleduk. Kami mengetahui, satu akun Instagram Indonesia yang berkonsentrasi menjual produk pasangan suami istri, alias produk khusus dewasa. Mereka mengambil profit/untung sebesar Rp50rb per 1 produk. Dan mereka men-share laporan penjualan harian mereka, rata-rata penjualan harian mereka adalah 25 hingga 36pcs. Maka hitung saja, Rp50rb x 25pcs = untung mereka Rp1,2jt per hari. Dalam 1 bulan, total keuntungan mereka, Rp37jt an lebih. Sesimpel dan sesederhana itu. Dan hasilnya bisa segila itu. Yakin? Anda tidak kepingin juga, punya penghasilan segede itu tiap bulan, hanya dari Instagram?

 

Alasan ke-7:

Instagram itu milik Facebook, raksasa sosial media di dunia, milik Mark Zuckerberg si bilyuner. Bisa diprediksi dengan mudah, Instagram akan terus eksis hingga 5-10 tahun ke depan, termasuk dengan segala perkembangan teknis dan fiturnya, yang artinya, kita bisa terus memanfaatkan platform Instagram ini untuk terus dan terus berjualan. Masa’ Anda nggak mau? Nggak tertarik?

 

Alasan ke-8:

Hidup Anda akan lebih mudah, lebih enjoy, dan lebih bahagia menyenangkan, ketika Anda aktif berjualan di Instagram, dan setiap hari Anda melihat dengan mata kepala sendiri, aliran transfer yang masuk ke rekening bank Anda. Anda akan mengalami rasa excited, gembira yang meluap-luap, dan senang bukan kepalang, karena setiap hari Anda selalu memegang uang, tidak lagi mengandalkan gaji bulanan. Ketika Anda punya penghasilan fantastis tambahan dari Instagram, kehidupan Anda mendadak menjadi lebih amazing, Anda jadi punya berbagai pilihan, mau liburan atau mau pelesiran; mau beli itu dan ini; mau apapun bisa Anda miliki, ketika cash melimpah benar-benar berada di tangan.

 

Kami di sini memprovokasi dan mengajak Anda untuk sejahtera lewat Instagram. Why? Kenapa?

 

Karena ketika semakin banyak orang Indonesia yang sukses dari berjualan di Instagram, maka impact alias dampaknya akan meluas ke mana-mana, ekonomi negeri ini akan maju pesat, perolehan pajak negara meningkat, yang sakit akan berkurang drastis karena semakin banyak orang yang gembira dan bahagia karena sukses menjadi penjual online di Instagram—ingat, orang yang bahagia itu imun tubuhnya lebih tebal, tidak mudah terserang penyakit.

 

Jadi, silakan lahap sekenyang-kenyangnya, seluruh ilmu, wawasan, pengetahuan, trik, teknik, studi-kasus, segala hal tentang berjualan di Instagram, di website khusus ini, PanduanIG.com, Strategi Pemasaran & Penjualan Lewat Instagram.

 

Selamat datang, di PanduanIG!

 

Team PanduanIG.com

Line @panduan.ig | Instagram @panduan.ig

Posted by adminpanduanig

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!