[ STUDI KASUS ] Bagaimana Akun Online Shop Instagram Kami Menghasilkan Keuntungan Penjualan Rp1jt-2jt Setiap Hari dengan Strategi Multiple-Accounts

DI POSTINGAN kali ini kami akan membagi satu Studi Kasus, bagaimana akun online shop IG kami menghasilkan keuntungan penjualan, yah, kecil saja, Rp1jt – Rp2jt an per hari, dengan strategi Multiple-Accounts. Studi kasus ini akan menunjukkan kepada Anda bagaimana metode growth-hack mem-boost penjualan di Instagram (juga sekaligus menaikkan jumlah followers) di Instagram, dengan TANPA harus menghamburkan uang dengan menggunakan Instagram Sponsored Ads atau Endorse selebgram yang budget-nya tidak sedikit itu.


MODAL TEKNIS :

  1. 10 Akun Instagram
  2. 5 Proxy SSL Instagram
  3. Min 10.000 Akun Instagram Target Follow/Like
  4. Tool Scraper (ThePin & Instagram Scraper)
  5. Tool Automation (AutoFollow & AutoLike) 24/7

MODAL NON-TEKNIS :

  1. Jiwa Excellent Customer Service
  2. Mental Helping, BUKAN Selling

KONSEP :

 

  1. Kami menjalankan akun Instagram yang isinya produk-produk kosmetik bermutu dengan harga ekonomis terjangkau, yang semua besaran keuntungannya kami set Rp25.000/produk. Selain berisi post foto produk, kami juga variasikan dengan konten post pengetahuan terbaru tentang dunia make-up, dan diselingi konten post Promo Gratis Ongkir, Diskon 15%, New Best Selling Product, Special Limited Product, dan Beli 1 Gratis 1.

 

  1. Konten sudah siap, sudah ready, kemudian kami mencari target market yang tepat dan tertarget: wanita muda, wanita karir, wanita profesional. Mereka ada di mana? Ada di akun-akun Instagram Kuliner, ada di akun-akun Instagram Travelling, ada di akun-akun Instagram Marketplace Indonesia (Tokopedia, Shopee, Lazada, dll). Kami scrape username wanita-wanita tersebut dengan tool Instagram Scraper, dan, dalam waktu singkat, terkumpul minimal 10.000 daftar nama akun Instagram aktif wanita-wanita yang kami target. Database username ini yang akan kami LIKE dan akan kami FOLLOW dengan tool Instagram Automation yang bisa mem-follow dan me-like otomatis daftar ribuan target username yang kami tentukan, dan proses ini (AutoLike & AutoFollow) berjalan otomatis selama 24 jam non stop, sehingga kami bisa tidur santai atau jalan-jalan dan makan-makan, tidak perlu like & follow manual (sebab selain akan capek & makan waktu, like/follow MANUAL itu rawan BANNED, itu sebabnya kami menggunakan Proxy & Instagram Automation).

 

 

  1. Kami menggunakan proxy BERBAYAR, bukan proxy gratisan yang tersebar bebas di Internet. Tidak tanggung-tanggung, kami memilih Proxy SSL Instagram yang harga per 1 proxy-nya US $2.43, jadi benar-benar Proxy High Quality, sehingga akun yang akan dijalankan secara automate akan aman dari ancaman flagged, disabled dan banned. Kami membeli 5 Proxy SSL Instagram untuk digunakan ke 10 akun Instagram. Jadi 1 proxy, digunakan untuk 2 akun Instagram.

 

  1. Tadi kami sudah menyiapkan 10.000 akun target Instagram untuk di-follow. Kami menggunakan metode Multiple-Account alias multi-akun sebanyak 10 akun Instagram. Berarti, per 1 akun Instagram, diskenariokan mem-follow 1.000 akun target. 10 akun Instagram, mem-follow 10.000 akun target.

 

 

  1. Biasanya hanya butuh waktu 6-8 jam untuk 1 akun bisa mem-follow 1.000 akun Instagram target. Dengan tool Automation, 10 akun Instagram bisa otomatis mem-follow 10.000 akun Instagram target. Sekali lagi, hanya butuh waktu 6 jam sampai 8 jam.

 

  1. Setelah 10.000 akun target tersebut kami follow dan kami like otomatis, apa yang terjadi? 50% pasti follback, follow balik 10 akun Instagram kami. Jika sudah ada sekian ribu akun target kami follow balik, apa yang kemudian terjadi? Biasanya 10%-15% setelah melihat-lihat post-post produk Instagram kami, 10% dari mereka akan langsung tertarik dan menghubungi kami lewat WhatsApp atau LINE atau DM Instagram. Kalau sudah chat dengan kami, apa yang kami lakukan? Kami ajak ngobrol, gali kebutuhan mereka, mereka tertarik, deal beli, transfer, konfirm. Selesai.

 

  1. Jika dari 1.000 akun target yang follback adalah 50%, berarti total 500 orang. Bila dari 500 orang yang berminat dengan produk kosmetik kami ada 10%, artinya 50 orang akan bertanya-tanya chat pada kami. Jika dari 50 orang yang chat ini ada 10% yang positif deal order, artinya akan ada 5 orang yang transfer. Dan di atas kami mengatakan bahwa keuntungan per produk kami set Rp25.000, berarti dari 5 orang pembeli online, kami mendapatkan keuntungan Rp125.000. Ini hanya dari 1 akun Instagram yang mem-follow 1.000 akun target. Sedangkan kami memiliki 10 akun Instagram. Berarti jika dari 1 akun Instagram kami bisa menghasilkan penjualan dengan margin total Rp125.000, x 10 akun Instagram berarti margin total kami Rp1.250.000, dalam 1 hari, dan dalam hitungan jam. Bagaimana jika keuntungan yang kami set misalnya Rp50.000 per produk?

 

Dan jumlah multiple-accounts kami bukan 10, tapi 20 misalnya, atau bahkan 30 misalnya, atau bahkan 50, atau bahkan ada yang lebih gila dari kami, yakni ada yang sampai menggunakan multiple-accounts 100 akun Instagram?

 

Per hari bisa didapat keuntungan penjualan Rp12jt-Rp24jt! Bersih! Gila? Memang gila! Dan metode growth-hack seperti ini tidak diketahui dan tidak dilakukan oleh ribuan olshop Instagram di Indonesia, hanya segelintir pemain olshop Instagram saja yang mengetahui metode ini—dan salah satunya saat ini adalah Anda, yang tengah membaca Studi Kasus ini.

 

Namun bagi kami, mendapat keuntungan penjualan Rp1jt-an per hari saja sudah cukup, selebihnya kami bisa santai mengisi waktu dengan hal lain yang menyenangkan. Toh per hari bisa untung bersih Rp1jt-an, 1 bulan sudah bisa mengantongi untung bersih Rp28jt-Rp30jt-an.


PRAKTEK / EKSEKUSI KONSEP :

 

Cukup dengan konsep, kini saatnya kita praktek.

  1. Buat 10 akun Instagram menggunakan…

 

This content is locked

Login To Unlock The Content!


Konten Studi Kasus ini hanya bisa diakses Member Premium & VIP PanduanIG.com. Silakan mendaftar sebagai Member Premium atau Member VIP untuk mengakses bisa konten Studi Kasus ini dengan mendaftar → DI SINI.

[]

Posted by adminpanduanig

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!